Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah bersama Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach | Foto: Istimewa

Kabar Baik Bagi Warga MBD, Unit Siaga SAR Segera Dibentuk

13

SEPUTARMALUKU,MBD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Barat Daya (MBD) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Unit Siaga Search and Rescue (SAR) di wilayah tersebut. Kehadiran unit baru ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat pelayanan pencarian dan pertolongan, terutama dalam menghadapi kecelakaan laut maupun kondisi darurat yang membahayakan jiwa manusia.

Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi antara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhamad Arafah bersama Kepala Subbagian Umum, Karel Roni Ileng dengan Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, Jumat, 30/10/2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kabupaten Maluku Barat Daya itu, kedua pihak membahas kelanjutan rencana pembentukan Unit Siaga SAR (USS) sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan Basarnas di wilayah kepulauan.

Bupati Benyamin Th. Noach bersama jajaran Pemerintah Daerah menyambut positif rencana tersebut. Pemkab MBD bahkan menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan yang diperlukan guna merealisasikan kehadiran Unit Siaga SAR di daerah itu.

Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting mengingat karakteristik geografis Kabupaten Maluku Barat Daya yang terdiri atas wilayah kepulauan, dengan aktivitas transportasi laut sebagai salah satu sarana utama mobilitas masyarakat.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah tahapan strategis turut disepakati, di antaranya dukungan penyediaan gedung, lahan atau lokasi penempatan unit, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung operasional.

Berbagai kesiapan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan tinggi Basarnas sebagai bahan pertimbangan dan tindak lanjut dalam proses pembentukan Unit Siaga SAR di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa rencana pembentukan unit tersebut merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat, khususnya di daerah kepulauan yang membutuhkan respons cepat ketika terjadi keadaan darurat.

Menurutnya, sebagai langkah awal, penempatan personel Unit Siaga SAR di Kabupaten Maluku Barat Daya direncanakan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2027.

Arafah berharap, kehadiran unit tersebut nantinya dapat mempercepat waktu respons dalam penanganan berbagai peristiwa, baik kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia, maupun kejadian lain yang membutuhkan tindakan pencarian dan pertolongan.

"Pembentukan Unit Siaga SAR di Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat. Dengan adanya personel yang ditempatkan di wilayah ini, diharapkan setiap kejadian yang membahayakan keselamatan jiwa manusia dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan optimal," ungkap Arafah.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan SAR tidak hanya bergantung pada kesiapan Basarnas, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.

"Sinergi dan kolaborasi antara Basarnas, Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh unsur potensi SAR menjadi kunci utama dalam memperkuat pelayanan pencarian dan pertolongan. Kami berharap dukungan ini dapat terus terjaga sehingga masyarakat di Maluku Barat Daya memperoleh pelayanan SAR yang semakin baik," tambahnya.

Dengan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, rencana pembentukan Unit Siaga SAR diharapkan dapat segera memasuki tahapan realisasi.

Kehadiran unit tersebut nantinya bukan sekadar penambahan fasilitas pelayanan, melainkan bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat sistem keselamatan masyarakat di wilayah kepulauan, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang setiap hari mengandalkan transportasi laut dalam menjalankan aktivitasnya.